LOUIS Van Gaal Tetap Ingin Membesut Setan Merah Sampai Akhir Kontrak

LOUIS Van Gaal Tetap Ingin Membesut Setan Merah Sampai Akhir Kontrak

LOUIS Van Gaal Tetap Ingin Membesut Setan Merah Sampai Akhir Kontrak

Louis van Gaal Tetap Ingin Membesut Setan Merah Sampai Akhir Kontrak berkali-kali dikabarkan dipecat dari Manchester United. Isu pemecatan atau pengunduran dirinya ini langsung dibantah oleh pelatih ini. Dirinya bahkan sangat mengharapkan bisa berada di Old Trafford sampai masa kontraknya selesai. Akankah nasib Van Gaal  sesuai dengan keinginannya itu?

Louis van Gaal  bantah isu pengunduran dirinya

Kabar pengunduran diri Louis van Gaal  memang santer terdengar. Rumor berkembang cepat, yang mengatakan kalau dia sudah melayangkan surat pengunduran diri. Hal ini karena tim Setan Merah menderita kekalahan atas Southampton, pada Sabtu, 23 Januari 2016 lalu. Kekalahan tipis ini membuat daftar kekalahan MU semakin panjang.

Kala pertandingan itu, Van Gaal dikabarkan juga pulang ke negerinya, Belanda. Tersiar kabar kalau kepulangannya, untuk membahas masa depannya bersama keluarganya. Namun, rumor itu pun langsung dibantah olehnya. Dia menegaskan kalau akan tetap bertahan di Old Trafford, sebagai bentuk penghormatan terhadap kontrak pelatih yang sudah disepakati sebelumnya.

Van Gaal memang sudah terikat kontrak dengan manajemen The Red Devils selama tiga tahun. Menurutnya, membangun sebuah tim sepakbola memerlukan proses sangat panjang. Jadi tidak dapat langsung dinilai, hanya dari satu pertandingan saja. Dia sangat mantap untuk terus melanjutkan debutnya sebagai pelatih, setidaknya sampai kontraknya usai.

Sebelum memutuskan untuk menandatangani kontrak dengan Manchester United atau pun klub lainnya, dia selalu berdiskusi panjang bersama pemilik atau manajemen klub tersebut. Hal serupa dia terapkan saat mengasuh tim Barcelona dan Bayern Muenchen. Dengan cara ini, dirinya bisa memperoleh kepercayaan besar dari para petinggi klubnya. Sehingga mereka pun memberikan dukungan besar kepada pelatih senior ini.

Van Gaal sudah menjalin kontrak sebagai pelatih di Manchester United sampai dengan bulan Juni 2017 mendatang. Baginya, sangat wajar kalau seorang pelatih klub besar selalu mendapatkan tekanan. Kondisi ini tidak terlepas dari ekspektasi yang diinginkan manajemen dan suporternya. Hasil tim besutannya memang tidak begitu memuaskan. Baru 39 kali kemenangan yang diraihnya dan menderita kekalahan 19 kali di sepanjang 78 laga yang dilakoninya.

Louis van Gaal sering kali melancarkan kritikan terhadap berita yang disiarkan media Inggris berkaitan dengan jabatannya sebagai manajer MU. Dirinya tidak pernah merasa frustasi dengan kekalahan pekan lalu, sehingga tidak membuatnya harus mengajukan surat pengunduran diri. Pelatih ini tetap semangat untuk melatih tim Setan Merah dan berharap bisa membawa tim ini bangkit dari keterpurukannya.

Brendan Rodgers dikabarkan akan gantikan Van Gaal

Melihat performa Manchester United yang tidak kian membaik, mencuat berbagai spekulasi mengenai posisi pelatihnya. Sehingga isu pemecatan dan pengunduran diri Louis van Gaal kerap kali beredar di masyarakat.  Sebagai penggantinya, Brendan Rodgers dianggap lebih cocok menangani tim Red Devils. Tetapi, justru dirinya merasa tidak yakin bisa membesut tim besar tersebut.

Karena dirinya merasa akan sangat sulit bisa menangani tim tersebut. Sebab dirinya pernah juga menduduki jabatan manajer di Liverpool. Sekarang ini, Rodgers tengah berstatus tanpa klub pasca dipecat dari klub Liverpool. Pemecatan itu berlangsung pada 4 Oktober 2015 silam. Sedangkan ancaman pemecatan memang sering bergulir. Mengingat deretan hasil negatif yang diberikan pelatih kawakan ini.

Sikap pesimistis memang ditunjukan oleh Brendan Rodgers, saat ditanya mengenai kemungkinan melatih MU. Hal itu bukan karena kualitas kepelatihannya yang rendah, tetapi karena pengalamannya di masa lalu. Baginya, kalau sudah pernah membesut Liverpool, maka tidak akan lagi kesempatan untuk melatih tim Setan Merah.

Daripada membahas mengenai pelatih baru bagi Manchester United, dia lebih senang untuk mendukung upaya Van Gaal untuk membawa MU  meraih banyak prestasi membanggakan.  Menurut Brendan Rodgers klub tersebut sangat sulit merengkuh hasil positif, bukan dikarenakan oleh kualitas pelatihnya. Kegagalan itu datang justru dari performa para pemainnya, yang dinilainya kurang berkualitas.

Saat MU berhadapan dengan Southampton adalah contoh laga yang menjadi perhatian bagi Brendan Rodgers. Kala itu punggawa Setan Merah hanya mampu melesatkan satu tembakan saja ke arah mulut gawang Southapton. Tendangan di luar kotak itu dilancarkan oleh Daley Blind. Tentunya, Van Gaal tidak menyuruh anak asuhannya hanya melakukan satu tembakan saja dalam satu pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *